Posted by: novembri yusuf | May 6, 2008

Tempat training WI NDT Batam

 

 

      

INFORMASI  TRAINING  WI DAN NDT  BATAM

 

Saat ini training WI dan NDT di kota Batam sangat banyak sekali  tempat training.  Lokasi dan nama Tarining WI dan NDT tersebut antara lain :

 
 

 

 

 1.PT KIAT  GLOBAL  BATAM

          Batam Training Institute menyelenggarakan trainng training seperti : Welding Inspector, Pipeline Inspector, Piping Process Asme B31.3, Pipe fitter, Drafter, NDT, WPS Design, ISO Internal , dll. PT KIAT GLOBA BATAM berkomitment menghantarkan para alumninya menjadi professional di bidang masing masing dengan bantuan tutorial, diskusi, dan seminar seminar gratis.

Informasi lebih lanjut hubungi :

Pak Eko Budianto 08127011587

Ibu Nova Yanti 085264673231

website : www.batamtraining.com

 

B2.LK Batu Aji Dengan pimpinan Pak Hendra Wijaya  No HP : 081364468602

Program yang diadakan antara lain :

  1.  
    1. Welding Inspector
    2. NDT dengan Methode (MT/PT, RI, UT)

 

3. Ikbal M Yos batam di Bengkong Garama dengan program sama dengan di BLK ditambaha dengan program program lain seperti E&I, Coating, Marine surveyor.

 

  1. B4T di Baloi Center pimpinan Pak Edwar dengan program sama seperti di BLK.

 

  1. UINDT di Legenda Bali dengan pimpinan Siwa Kumaren dan Natarajan (Raj) dengan program sama seperti di BLK.

    2.  PT DUJ : dengan pimpinan Pak Iskak. Program yang diadakan adalah CSWIP WI, dan CSWIP NDT, BGAS. No HP : 0811697001

 

  1. NDT di Hotel Mercure dengan pimpinana Pak Wijaya. Program yang diadakan adalah PCN NDT No HP : 07787254022

Note : Satu tempat lagi akan berdiri di daerah Batu Aji arah Tanjung Uncang…(masih dalam established). 

Secara keseluruhan dari semua penyelenggara kursus WI akan menghasilkan sekitar 150 orang WI tiap 3~4 bulan atau sekitar 30 orang setiap bulannya atau 1 orang setiap hari.

 

Cukup banyak pilihan bagi anda untuk mengikuti training WI dan NDT. Dengan data tersebut di atas diharapkan akan menjadi pemikiran dan analisa yang matang untuk “MEMUTUSKAN  SEBELUM  MELANGKAH “.

Semoga sukses ……

 
 
 

 

 

 

 
 

 

 

 

Bagi anda yang bingung mau ikut ikutan atau memang ikut ikutan (apa bedanya ya…) ambil Wi atau NDT silahkan menuliskan pertanyaan anda di kolom comment di bawah ini…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted by: novembri yusuf | May 6, 2008

SENSITIZATION SS Austenitic / WELD DECAY

SENSITIZATION SS Austenitic / WELD DECAY

 

Banyak orang awam menganggap stainless steel tidak akan berkarat karena memiliki ketahanan korosi yang tinggi. Dari segi appearance tidak pernah terlihat material SS mengalami karat seperti yang dialami oleh CS. Yang sampai rontok lapisannya karena korosi…sehingga lama lama material tersebut akan menipis…akibatnya material akan kehilangan kekuatannya dan kerusakan dari mikrostrukturnya.

 

Bagaimana dengan SS … masak sih ada korosi juga….?

 

OK ..untuk menjelaskan fenomena ini mungkin bisa diterangkan sebagai berikut.

 

Material SS adalah high alloy steel dengan kadar pencampuran element element nya selain Fe bisa mencapai 30~35 % dengan didominasi unsur Cr dan Ni serta sebagian kecil unsur Mn, C, Ti Nb, P dan Si.

Yang membuat terjadinya peningkatan daya tahan korosi adalah hadirnya unsur Cromium dalam larutan padat material. Lihat gambar 1.

 

 

 

Pada saat material mengalami pemanasan baik karena proses welding, atau karena proses dalam refinery yang bisa mencapai temp 350°C~ 600°C dan temp welding yang lebih tinggi lagi. Pada saat temp tinggi inilah cromimium yang menjadi element pencampur domininat bereaksi dengan kadar carbon yang ada dalam material tersebut menjadi cromium carbide dan mengendap di batas butir. Lihat gb 2.

 

Cromium carbide tadi mengakibatkan daerah disekitar batas butir akan kekurangan unsur Cr nya. Proses pengendapan cromium carbide di batas butir inilah yang dikenal dengan sensitasi (korosi batas butir)/ weld decay. 

Sekarang kalau unsur Cr sudah berkurang berarti akan mengakibatkan ketahanan material terhadap korosi juga akan berkurang secara keseluruhan dari material tersebut.

 

Untuk suatu system piping yang ada di refineryy yang mengalamia cyclic loading masalah sensitasi ini akan berakibat fatal terhadap sifat fatiquenya. Suatu proses yang teah dirancang untuk 25 tahun operasi bisa bisa 15 tahun sudah harus diganti, shutdown beroperasi, dan akibat akibat lainnya karena keagalan material.

Gambar di bawah ini memperlihatkan pengarug temp thd peningkatan Weld decay

 

Gb 2. Temp 380C

 

 

Gb 2 temp 500C

 

 

 

Gb 3 Temp 600C

 

 

Terlihat bahwapada temp 350C material belum mengalamai sensitasi sedangkan  pada temp 500C sensitasi sudah banyak terjadi namun belum terlalu banyak namun pada temp 600C sensitasi sudah terjadi di semua butirnya. Jadi temp 500C boleh dikatakan sebagai temp critical dari sensitasi.

 

PENCEGAHAN.

 

  1. Untuk tidak terjadinya perkawinan antara Cr dan C maka salah satunya dijauhkan. Dalam hal ini keberdaan C dikurangi sekecil meungkin. Pilih material yang Low Carbon spt ; 304L, 309L. Kalau carbon kecil maka procentage terjadinya CrC jadi kecil juga.
  2. Gunakan process welding dengan Heat Input yang kecil spt TIG. Temperatur sensitasi bisa diperkecil areanya.
  3. Gunakan pendinginan cepat setelah welding; water.
  4. Tambahkan unusr stabilizer sperti Neobium atau Titanium. Neobium lebih stabil dari pada menggunakan titanium.

      Penambahan Nb lebih efective dari pengurangan kadar carbon atau  juga  penambahan Ti.

Posted by: novembri yusuf | May 3, 2008

membuat CV atau Resume Lulusan WI Baru

 

Buat Para pecinta welding, topic ini sebenarnya cukup menarik untuk di sampaikan. Para lulusan WI  yang baru hijrah dari dunia nyata ke dunia khayangan masalah CV menjadi momok yang menakutkan. Momoknya karena qualifikasi kita hanya dapat diterjemahkan dari tampilan CV yang di layangkan ke calon Induk semang kita yang baru… KENAL INDUK SEMANG NGGAK YA…..itu istilah orang Padang untuk majikan baru. PT baru di dunia oil and gas.

 

Sebelum melayangkan CV and sebaiknya dikoreksi dan diperhatikan baik baik…coba tanyakan [ada diri sendiri ; dari lembaran CV ini apa yang membuat mereka memanggil anda untuk interview…? Adakah sesuatu yang membuat mereka tertarik…?

 

Coba ikuti petunjuk membuat CV seperti di bawah ini…hope this usefull ..

 

  

Teknik Menyusun Resume (Curriculum Vitae)

Dr. Swati Lee Kurnia

 

Anda harus menyisihkan waktu untuk dengan serius menulis resume /CV Anda. Resume / CV adalah alat untuk memperkenalkan diri Anda kepada calon employer. Resume/CV menciptakan kesan pertama yang penting, dan merupakan salah satu dokumen terpenting yang Anda harus siapkan. Dengan situasi kompetitif seperti sekarang, Anda harus sadar bahwa resume Anda harus dapat menarik perhatian pembaca dalam waktu 20-30 detik. Jika CV Anda membosankan pembaca yang men-sortir lamaran-lamaran, maka CV Anda akan masuk keranjang sampah, dan Anda tidak akan dipanggil untuk wawancara. Jadi resume Anda harus unik dan menunjukkan bahwa Anda bisa punya kelebihan dibandingkan dengan “saingan-saingan” Anda.

 

Dalam menyusun resume, Anda harus menonjolkan kekuatan, prestasi, kesuksesan dan kontribusi Anda, tetapi tidak berkesan menyombongkan diri. Resume yang baik harus mencerminkan keadaan positif Anda yang sebenarnya. Ingatlah, Anda sedang “menjual” diri Anda kepada calon employer.

 

 

Hal-hal yang harus ada dalam resume / CV Anda

 

  1. “Profile summary” tentang siapa diri Anda, dan apa credentials/kualifikasi yang Anda miliki. Summary jangan terlalu panjang, kira-kira 50 s/d maksimum 100 kata. Summary dibuat agar orang yang membaca resume Anda mendapatkan gambaran umum tentang diri Anda sebelum membaca resume secara lengkap. Gunakan kata-kata yang positif (baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris) untuk meng-ekspresikan prestasi Anda, contohnya:

-          telah mencapai (achieved)

-          efisien (efficient)

-          efektif (effective)

-          produktif (productive)

-          meng-administrasikan (administering)

-          menganalisis (analyzing)

-          menciptakan (establishing)

-          dengan baik (proficiently)

-          mengembangkan (expanding, developing)

-          menghasilkan profit (profitable)

-          berpengalaman (experienced)

-          bermutu (qualified)

-          kompeten (competent)

-          memperbaiki (repairing atau improving)

-          meng-komunikasikan (communicating)

-          meng-implementasikan (implementing)

-          bermanfaat (resourceful)

-          konsisten (consistent)

-          mengendalikan (controlling, monitoring)

-          memulai (initiating)

-          mengkhususkan (specialized)

-          mengkoordinasikan (coordinating, organizing)

-          memimpin (leading, managing, supervising, directing)

-          men-desain (designing)

-          melatih (training)

 

Untuk Anda yang tidak memiliki pengalaman kerja yang banyak, Anda dapat menampilkan aspirasi Anda di masa yang akan datang.

 

  1. Informasi pribadi

§         Nama

§         Alamat, nomor telepon, dan email yang dapat dihubungi

§         Tanggal lahir

 

  1. Kualifikasi Pendidikan

§         Pendidikan formal terakhir

§         Pendidikan non formal

§         Bahasa yang dapat Anda gunakan dengan lancar

 

  1. Pengalaman kerja

 

  1. Pengalaman ber-organisasi

 

  1. Prestasi lainnya yang dapat ditonjolkan

 

  1. Referensi orang-orang yang dapat dihubungi untuk bertanya tentang Anda

 

Bentuk presentasi lay-out dari resume Anda

Bentuk lay-out dari resume Anda dapat memberikan gambaran kepada calon employer tentang skill organisasi dan kemampuan presentasi Anda.

Walaupun tujuan utama dari resume adalah untuk memberi kesan “beda,” tetapi Anda harus tetap menggunakan pendekatan secara “business.” Beberapa tips untuk Anda perhatikan:

 

-          Buatlah “cover letter”

-          Set margin dari resume Anda dengan baik, jangan terlalu rapat, dan highlight atau bold informasi yang penting

-          Cek lah penggunaan bahasa dalam resume Anda, jangan ada salah ketik atau penggunaan bahasa yang salah.

-          Gunakan “self-assessment” untuk meng-identifikasi kekuatan Anda yang dapat Anda tonjolkan.

-          Resume ditulis di atas kertas yang putih bersih (atau dapat juga kertas warna pastel yang lembut atau yang konservatif), yang berkualitas baik, ditulis atau diprint dengan tinta hitam (lebih baik) atau biru.

-          Gunakan laser printer (jangan dot-matrix)

-          Tanda-tangani lah resume Anda.

 

Posted by: novembri yusuf | April 29, 2008

Tujuan PWHT WELDING

PWHT (POS WELD HEAT TREATMENT)

 Tujuan PWHT :

PWHT adalah bagian dari process heat treatment yang bertujuan untuk menghilangkan tegangan sisa yang terbentuk setelah proses weldingan selesai. Material terutama carbon steel akan mengalami perubahan struktur dan grain karena effect dari pemanasan dan pendinginan. Struktur yang tidak homogen ini menyimpan banyak tegangan sisa yang membuat material tersebut memiliki sifat yang lebih keras namun ketangguhannya lebih rendah.

 

 

 

Untuk mengembalikan kembali kepada sifat yang diinginkan terutama dalam ketangguhan maka struktur yang berubah tadi dikembalikan lagi ke struktur semula melalui pemanasan pada waktu tertentu dan dalam jangka waktu tertentu pula. Tergantung dari jenis material dan ketebalan material.

 PWHT menurut AWS D1.1.

 Dalam AWS D1.1 paragraph 3.14 Postweld Heat treatment dijelaskanbahwa PWHT dapat dilakukan dengan pesyaratan sebagai berikut :

1. Material yang di PWHT memiliki SMYS tidak melebihi 50 Ksi (345 MPa)

2. Material yang di PWHT bukan material Quench Tempered, Quenching and self Tempering (QST), bukan material TMCP

3. Material yang kan di PWHT tidak mensyaratkan impact test pada Base Metal, HAZ atau weld metal.

4. Adanya data pendukung kalau material yang di PWHT memiliki strength dan ductility yang cukup.

5.  PWHT harus di proceed sesuai dengan para 5.8

 PWHT menurut ASME B31.I.

 1.       Aturan PWHT terdapat pada paragraph 331 hal 67 ASME B31.3 masalah Heat treatment. Disebutkan parameter PWHT merujuk kepada table 331.1.1 dimana PWHT di tentukan oleh grouping material dan thickness dari material masing masing.

2.       PWHT yang dilakukan harus tertulis secara khusus dalam WPS yang akan di gunakan. PWHT menjadi factor essential dalam pembuatan WPS berdasarkan ASME IX.

3.       Engineering design harus melakukan penagkajian khusus masalah heat treatmen dimana quality weldment memenuhi dari  requirement code

4.       Heat treatment untuk material yang dibending atau forming sesuai para 332.4

Yang harus diperhatikan dalam PWHT :

 Proses PWHT dapat dilakukan dengan dua cara yaitu memasukkan benda uji kedalam dapur atau melakukan pemanasan setempat localized  didekat daerah weldingan saja. Methode mana yang akan dilakukan lebih bersifat kepada pertimbangan ekonomis saja.

 Parameter parameter dalam PWHT yang perlu dijaga adalah :

 1. Heating rate .

2. Holding temperature

3. Cooling Rate

 Persiapan sebelum PWHT :

 

 

 

 

 

 

 Dalam melakukan PWHT banyak hal yang harus diperhatikan agar tujuan dari PWHT ini dapat tercapai. Faktor factor penting yang harus diperhatikan diantaranya :

1.    Expansion area. :Karena proses panas akan mengakibatkan terjadinya pemuaian dan expansi material maka harus di perhatikan bahwa saat stress relieve material tersebut tidak mengalami restraint.

2.   Insulasi : Saat element sudah terpasang dengan benar maka area disekitar (adjacent) element harus ditutup dengan kowool atau ceramic fiber untuk menjaga kestabilan suhu.

3.   Cleaning Material : Material harus bersih dari segala grease , oil.

4.   SUpport material : Proses pemanasan akan mengakibatkan terjadinya pelunakan material. Dengan adanya gaya gravitasi maka material yang akan di PWHT harus diberikan support sehingga tidak terjadi distorsion

 

Record PWHT :

Semua kegiatan PWHT harus dilakukan pencatatan terhadap parameter parameter dan element lainnya yang dianggap essential sesuai kesepakatan dan eq code antara fabricator dan owner. Secara garis besar factor factor penting yang harus di catat dalam report PWHT adalah :

1.       Identitas dari Material (tracebility, Spool No , or etc)

2.       Waktu diakukan PWHT

3.       Temperatur record dalam bentuk dot grafik atau sejenisnya.

4.       Personel PWHT.

 

Posted by: novembri yusuf | April 26, 2008

ARC SRIKES

ARC STRIKES made in welder

Masalah arc strikes sering terjadi dilapangan. Sebagian orang masih banyak yang tidak aware dengan arc strike ini. Para welder welder baru yang masih kurang berpengalaman sering menimbulkan arc stike di material kerjanya.

Penyebab arc strike :

1.       Arc strike dapat terjadi karena welder tidak memperhatikan dengan seksama daerah mana yang akas di touching nya saat memulai pengelasan.

2.       Adanya aliran arus pendek dari kawat las yang terkelupas atau dari perlatan NDT seperti prods dan yoke saat melakukan MPI.  

Arc strike bisa dilogikan dengan pengelasan yang sangat kecil, dimana tidak dilakukan pmanasan awal atau preheat. Karena ukuran sangat kecil dan tanpa pemanasan awal maka terjadi cooling rate yang sangat tinggi. Untuk carbon steel cooling rate tinggi ini akan menimbulkan resiko britle fracture dengan munculnya phase martensite. Akhirnya arc strike ini mengambil posisi sebagai initiator untuk terjadinya crack ( crack initiator ).

Intiating crack akan berubah menjadi propagation crack dengan adanya kombinasi high stress, ukuran crack yang memadai dan material yang toughnessnya rendah.

AWS D1.1 menyebutkan tentang arc strike :

 

 Jadi dapat disimpulkan untuk kasus arc strike harus datasi dengan : menggerinda arc strike sampi habis sesuai denga kedalaman dan lebar areanya lalu diikuti dengan crack detection dengan NDT MPI.

Apakah hal ini berlaku untuk semua kasus loadnya..?

Posted by: novembri yusuf | April 24, 2008

PENGEN TAHU TENTANG SMAW PROCESS …

8 PERTANYAAN TENTANG SMAW

By Mike Crawford
July 10, 2007

Using SMAW can be just as complicated for the hobbyist as it is for the professional welder. Answering common questions about electrode classification, capability, and how each differs from one another can help ensure success.

SMAW electrodes

Whether you’re a do-it-yourself welder who uses shielded metal arc welding (SMAW) only a few times a year or a professional welder who welds every day, one thing is certain: SMAW requires a lot of skill and electrode knowledge. Because variables such as storage techniques, electrode diameter, and flux composition all contribute to SMAW electrode selection and performance, arming yourself with basic knowledge can help you minimize confusion and ensure SMAW success.

  1. What are the most common SMAW electrodes?Hundreds, if not thousands, of SMAW electrodes exist, but the most popular are mild steel electrodes that fall into the American Welding Society (AWS) classification A5.1. These include the 6010, 6011, 6012, 6013, 7014, 7024, and 7018 electrodes.
  2. How do I decipher these AWS electrode classifications?AWS uses a standardized coding system to identify SMAW electrodes. Codes are printed on the side of each SMAW electrode and represent specific properties. For the mild steel electrodes mentioned previously, here is how the AWS system works:
    • The letter E indicates an electrode.
    • The first two digits represent the resulting weld’s minimum tensile strength, measured in pounds per square inch (PSI). For example, the number 70 in a E7018 electrode indicates that the electrode will produce a weld bead with a minimum tensile strength of 70,000 PSI.
    • The third digit represents the welding positions for which the electrode can be used. For example, 1 means the electrode can be used in all positions and 2 means it can be used on flat and horizontal.
    • The fourth digit represents the coating type and the type of welding current (AC, DC, or both) that can be used with the electrode.
  3. How do 6010, 6011, 6012, and 6013 electrodes differ, and when should each be used?
    6010 electrodesFigure 1
    6010 electrodes are popular among pipe welders because they provide deep penetration and dig through rust, oil, paint, and dirt.

    The 6010 electrodes can be used only with DC power sources. They deliver deep penetration and have the ability to dig through rust, oil, paint, and dirt (see Figure 1). Many experienced pipe welders use these all-position electrodes for root welding passes that are located within a pipe. However, 6010 electrodes have an extremely tight arc, which can make them difficult for amateur welders to use.

    The 6011 electrodes also can be used for all-position welding, except they require an AC welding power source. Like 6010 electrodes, 6011 electrodes produce a deep, penetrating arc that cuts through corroded or unclean metals. Many welders choose 6011 electrodes for maintenance and repair work when a DC power source is unavailable.

    The 6012 electrodes work well in applications that require gap bridging between two joints. Many professional welders also choose 6012 electrodes for high-speed, high-current fillet welds in the horizontal position. These electrodes tend to produce a shallower penetration profile and dense slag that requires additional post welding cleaning.

    The 6013 electrodes produce a soft arc with minimal spatter, offer moderate penetration, and have a easily removable slag. They should be used only to weld clean, new sheet metal.

  4. How do 7014, 7018, and 7024 electrodes differ, and when should each be used?The 7014 electrodes produce about the same joint penetration as 6012 electrodes and are designed for use on carbon and low-alloy steels. 7014 electrodes contain a higher amount of iron powder, which increases deposition rate. They also can be used at higher amperages than 6012 electrodes.
    7018 electrodesFigure 2
    Electrodes classified as 7018 produce strong welds with high impact properties and can be used on high-strength steel base metals.

    The 7018 electrodes are easy to use and contain a thick flux with high powder content. They produce a smooth, quiet arc with minimal spatter and medium arc penetration. Many welders use 7018 electrodes to weld thick metals such as structural steel. They also produce strong welds with high impact properties (even in cold weather) and can be used on carbon steel, high-carbon, low-alloy, high-strength steel base metals (see Figure 2).

    The 7024 electrodes contain a high amount of iron powder content that helps increase deposition rates and are often used for high-speed horizontal or flat fillet welds. These electrodes perform well on steel plate that is at least 1/4 inch thick. They also can be used on metals thicker than 1/2 in.

  5. What is the best way to choose a SMAW electrode?Select an electrode that matches the base metal strength properties and composition. For example, when working on mild steel, generally any E60 or E70 electrode will work.Next, match the electrode type to your welding position and consider your available power source. Remember, certain electrodes can be used only with DC or AC, while others can be used with either.

    Assess the joint design and fit-up that you need and select an electrode that will provide the best penetration characteristics (digging, medium, or light). If you’re working on a joint with tight fit-up or one that is not beveled, E6010 or E6011 will provide digging arcs to ensure sufficient penetration. For thin materials or joints with wide root openings, select an electrode with a light or soft arc, such as an E6013.

    To avoid weld cracking on thick, heavy material or complicated joint designs, select an electrode with maximum ductility. Also consider the service condition the component will encounter and the specifications it must meet. Will it be used in a low-temperature, high-temperature, or shock-loading environment? For these applications, a low-hydrogen E7018 electrode works well.

    You should also consider the production efficiency. When working in the flat position, electrodes with a high-iron powder content, as such E7014 or E7024, offer higher deposition rates. For critical applications, always check the welding specification and procedures for the electrode type.

  6. What function does the flux surrounding a SMAW electrode serve?All SMAW electrodes comprise a wire surrounded by a coating called flux, which serves several important purposes. It is actually the flux, or the covering, on the electrode that dictates where and how an electrode can be used.When you strike an arc, the flux burns and produces a series of complex chemical reactions. As the flux ingredients burn in the welding arc, they release shielding gas to protect the molten weld pool from atmospheric impurities. When the weld pool cools, the flux forms slag to protect the weld metal from oxidation and prevent porosity in the weld bead.

    Flux also contains ionizing elements that make the arc more stable (especially when welding with an AC power source), along with alloys that give the weld its ductility and tensile strength. Some electrodes use flux with a higher concentration of iron powder to help increase deposition rates, while others contain added deoxidizers that act as cleaning agents and have the ability to penetrate corroded or dirty workpieces or mill scale.

  7. When is a high-deposition SMAW electrode appropriate?High-deposition electrodes can help complete a job faster, but they are not without limitations. The additional iron powder in these electrodes makes the weld pool much more fluid, meaning that they can’t be used for out-of-position welding.They also cannot be used for critical or code-required applications, such as pressure vessel or boiler fabrication, where weld beads are subject to high stresses.

    High-deposition electrodes, however, are an excellent choice for noncritical applications such as welding a simple liquid storage tank or two pieces of nonstructural metal.

  8. What is the proper way to store and redry SMAW electrodes?A heated, low-humidity environment is the best storage place for SMAW electrodes. For example, many mild steel, low-hydrogen 7018 electrodes need to be stored at a temperature between 250 and 300 degrees.Generally, electrodes’ reconditioning temperatures are higher than the storage temperature to help eliminate excess moisture. The reconditioning environment for low-hydrogen 7018 electrodes should be from 500 to 800 degrees F for one to two hours.

    Some electrodes, like 6011, only need to be stored dry at room temperature, which is defined as a humidity level not exceeding 70 percent and a temperature between 40 and 120 degrees F.

    For specific storage and reconditioning times and temperatures, always refer to the manufacturer’s recommendations.

 

« Newer Posts - Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 41 other followers