Posted by: novembri yusuf | June 26, 2008

MERANCANG WPS

MERANCANG WPS

(WELDING PROCEDURE SPECIFICATION)

 

 

Langkah-langkah dalam merancang WPS:

 

1.       Drawing

platform

      Check drawing yang ada. Check jenis material yang dipakai dalam welding process. Jenis material tersebut termasuk Group apa (Group I, II, III, IV).

Tensile strength dari material, Welding Process yang digunakan, AWS Specification, Electrode Classification.

Jenis Material/Base Metal yang digunakan mengacu pada code, code yang dipakai harus edisi terbaru. Misala dipakai AWS D1.1.

Untuk Base Metal, standard yang dipakai AWS D1.1 Table 3.1.

Check Thickness material, Edge Preparation, Joint Position, Joint Type.

Check Welding Symbol yang dipakai untuk menentukan Edge Preparation, Joint Type, Sudut Bevel (Angle Groove).

 

2.       PWPS (Preliminiary Welding Procedure Specification)

Data material yang ada dalam drawing dibuat dalam PWPS. Dalam PWPS memiliki kepala surat yang berisi: Project Name, Form No, Document No, Revision No, Supporting PQR No, Date, Page No, PWPS No.

Untuk Joint Design harus digambarkan dan ditulis thickness material, groove angle, root gap, root face dan digambarkan juga Welding Sequence.

Check Parameter Electrical antara lain Range Ampere & Range Voltage (root, hot, fill, capping), Polarity, Travel Speed, Heat Input.

Check Consumable, yaitu: Type, Class, AWS Specification, Size Electrode (Diameter Electrode).

Check Welding Process, yaitu: Joint Position, Side (root, hot, fill, capping), No Weld Pass.

Untuk Consumables, keterangan yang ditulis sesuai dengan welding process yaitu: Flux yang digunakan, Shield Gas, Flow Rate, Back Purge, Stick Out (root), Stick Out (fill), Consumable Treatment.

Consumable Batch No, keterangan berupa: Electrocde No, Nozzle Diameter, Wire Feeder.

Thermal Treatment, keterangan yaitu: Preheat, Temperature Check Methode, Max Interpass Temperature.

PWHT, keterangannya: Thickness, Temperature, Time.

Pada kolom Completion of Procedure harus ada antara lain: Prepared by, Reviewed by, Approved by, Client Representative (3rd Party)

Technique, keterangannya: Position Qualified, Weld Progression mengacu pada AWS D1.1 Table 4.1

Untuk NDT keterangannya: Test Methode yang dipakai Visual Inspection, MPI, DPI, RT, UT dilakukan 100% dengan Standard AWS D1.1 Table 6.1

Untuk Mechanical Test, Test Methode berupa Tensile Test, Root Bend, Side Bend, Face Bend dengan Standard AWS D1.1 Table 4.2

Lokasi Specimen Test harus digambarkan untuk menentukan lokasi specimen test diambil sehingga dapat memperkuat bukti.

Pada pelaksanaan Mechanical Test harus disaksikan Client dan direcord.

 

3.       Welding as PWPS

      test coupon

Data-data PWPS dipakai sebagai panduan dalam welding process. Semua data yang ada dalam welding process dicatat dalam Procedure Qualification Record (PQR). Range Ampere dan Rang Voltage yang didapat dalam proses welding pada Root, Hot, Fill, Capping harus direcord. Begitu juga Travel Speed, Heat Input, Diameter Electrode harus direcord.

 

4.       Setelah Proses Welding selesai maka dilakukan Inspeksi yang meliputi:  

a.       Visual Inspection, dilakukan 100% dan direcord dalam PQR, apakah data yang didapat Accept atau Reject sesuai dengan AWS D1.1 Table 6.1

b.       NDT, antara lain: MPI (Carbon Steel), DPI (Stainless Steel), RT, UT. Semua data direcord dalam PQR, Accept atau Reject sesuai dengan AWS D1.1 Table 6.1. Pelaksanaan NDT dilapangan tidak harus 100%, sesuai dengan kebutuhan, lokasi welding (primer member atau tidak) dan permintaan Client.

Kemudian dilakukan Mechanical Test, Standard yang dipakai AWS D1.1 Table 4.2. Pelaksanaannya harus disaksikan Client Representative.

Hasil yang didapat Accept atau Reject harus direcord dalam PQR. Bila Accept maka hasil welding dianggap OK, bila Reject maka harus dilakukan tes ulang ataupun repair. Bila hasil tes benar-benar Reject maka harus dilakukan proses welding ulang.

Setelah hasil Visual Inspection, NDT, Mechnical Test memenuhi Standard maka hasil yang dipakai dapat dipersiapkan untuk menjadi WPS dan harus dapat Approval oleh pihak yang berkepentingan.

Mechanical Test biasanya mengacu pada Client Spec, bila Client meminta Mechanical Test tambahan maka harus dilakukan walaupun tidak terdapat dalam Standard karena Client Spec merupakan Standard tertinggi.

Bila Client Spec meminta Hardness Test biasanya dilakukan juga Macro Test karena kedua tes tersebut sejalan.

 

5.       Data yang sudah Accept dalam PQR dipersiapkan menjadi WPS.

Dalam WPS memiliki kepala surat yang berisi: Project Name, Form No, Document No, Revision No, Supporting PQR No, Date, Page No, WPS No, Material Spec.

Untuk Joint Design harus digambarkan dan ditulis thickness material, groove angle, root gap, root face dan digambarkan juga Welding Sequence beserta jumlah bead.

Untuk Thickness Range dan Pipe Diameter qualified mengacu AWS D1.1 Table 4.2.

Untuk Technique: Position qualificataion mengacu AWS D1.1 table 4.1. Harus ditulis juga Weld Progression, String/Weave, Max Weld Bead, Interpass Cleaning.

Pada Weld Pass Detail: No, Side (root, hot, fill, capping), Position

Electrode Description: Type, Class, AWS Spec, Size.

Welding Parameter: Ampere Range & Voltage Range dibuatkan nilai rata-rata untuk lokasi pass, kemudian nilai rata-rata per lokasi pass dalam PQR dihitung mengacu AWS D1.1 Table 4.5. Polarity, Travel Speed, Heat Input harus direcord.

Untuk Consumables, keterangan yang ditulis sesuai dengan welding process yaitu: Flux yang digunakan, Shield Gas, Flow Rate, Back Purge, Stick Out (root), Stick Out (fill), Consumable Treatment.

Consumable Batch No, keterangan berupa: Electrocde No, Nozzle Diameter, Wire Feeder.

Thermal Treatment, keterangan yaitu: Preheat, Temperature Check Methode, Max Interpass Temperature.

PWHT, keterangannya: Thickness, Temperature, Time.

Pada kolom Completion of Procedure harus ada antara lain: Prepared by, Reviewed by, Approved by, Client Representative (3rd Party).

 

6.       Setelah semua data Benar dan mendapat Approval dari pihak-pihak yang berkepentingan maka data tersebut telah Sah menjadi WPS.

 

 


Responses

  1. Bozz….
    Apa di propose wps dah ada supporting pqr.
    kalo emang dah ada artinya njiplak donk…bukan buat yang baru…nah gimana neh.
    Ada lagi tuh…kayaknya semua project punya Spec sendiri…biasanya mereka ngegolongin material dgn cara yang gak sama ama code(dlm hal ini AWS)
    Terus kalo voltage and ampere(utk SAW) diambil rata2nya gak dibuat range terendah-tertinggi akan rugi donk.
    Karena nilai rata-itu ada ditengah jadi akn cepet kena tangkap ama client kalo increase or decrease (>10% buat current and >7% buat voltage}dengankata lain kalo tadinya nilai terendak utk current misalnya 100A dan tertinggi misalnya 150 ampere,rata2nya jadi 125 ampere dan cuma bisa increase sampe 112.5.
    Sedangkan kalo dibuat sesuai dengan actual record di PQRnya nilai terendah akan bisa mencapai 90 dan tyertingginya bisa mencapai 165 ampere…jadi enak dikit tuh welder buat main2 current karena rangenya besar dikit.
    Untuk macro test…jangan tunggu diminta client(on case wps as per aws req sebgaimana diatas)…itu kalo gak salah test wajib yang harus dilakonin jadi bukan test tambahan.
    jadi kayaknya begono….sorry kalo salah…soalnya ini juga baru belajar wps…baru aja kelasnya berjalan.
    “Check Welding Process, yaitu: Joint Position, Side (root, hot, fill, capping), No Weld Pass” yang ini kayaknya bukan welding process dech???????jadi bingung nih..

    • untuk support PQR, dalam hal ini “njiplak” WPS yg sudah jadi, sebenarnya sah-sah aja, dengan catatan tes coupon harus tetap di-running. karna yg menentukan disini adalah evidencenya, yaitu runsheet beserta hasil DT/NDT yg divalidasi oleh client atau third party.

    • untuk range voltage dan ampere, sebenarnya welding parameter yg harus diperhatikan adalah heat input, karna heat input-lah yg berpengaruh langsung terhadap weld metal. dan nilai heat input ini dipengaruhi oleh 3 variable yaitu voltage, current (ampere) dan travel speed, dengan kata lain, voltage, current dan travel speed boleh berubah ubah, asalkan nilai heat input tetap dalam range yg dicantumkan dalam WPS. dan biasanya, ketiga variable ini didapat dari hasil empiris di lapangan (pengalaman), kemudian dicantumkan kedalam PWPS.
      Selain itu, tujuan diberikan range welding parameter yg cukup dalam WPS adalah untuk mengakomodir penggunaan kawat las dengan diameter lebih dari 1 jenis.
      sebagai contoh, untuk root kita gunakan kawat dengan diameter 2.5 mm dengan ampere kecil (85-95), sedangkan untuk filler dan cap kita gunakan kawat 4 mm ampere besar (120-135), karna jika kawat 2,5 mm menggunakan ampere yg besar, maka bisa dipastikan, kawat akan melebur terlebih dahulu sebelum terjadi fusion (penyatuan) dengan weld metal. Begitu juga sebaliknya, kawat dengan diameter besar tetapi menggunakan ampere kecil, maka kawat las akan sulit melebur.

    • untuk Macro test, menurut Code and Standard (dalam contoh di atas adalah AWS D1.1), merupakan test tambahan, karna tidak dicantumkan dalam AWS D1.1 mengenai test Specimen (see Table 4.2) kecuali pada PJP groove weld / penetrasi tidak sempurna (see Table 4.3)
      dengan kata lain, macro test dimungkinkan dilakukan dengan dasar Client Requirement, dan hampir pada proses pembuatan WPS saat ini, Macro test menjadi bagian yg tidak terpisahkan.
      begitu pun dengan Hardness test, lokasi tempat dilakukan hardness test ialah pada potongan melintang Weld Metal. Jadi, Test piece harus dipotong dahulu (Macro test) sebelum dilakukan hardness test.
      sehingga Macro test dan Hardness test biasanya dilakukan beriringan.
      dan satu hal yg penting, berdasarkan hirarki referensi pada proses pabrikasi, bahwa yg paling atas adalah CLIENT REQUIREMENT, karna dia yg punya barang.
      Demikian semoga bermanfaat.

  2. Kalo baca you punya keterangan kayaknya gampang
    aja buat WPS.Tersu gimana kita mau memilih electrode yang sesuai terhadap base metal,misalnya kita mau base metal antara 2 base metal yang bebeda P numbernya(CU-NI ke SS)terus gimana kita nentuinya jenis electrodenya?
    karena dari P AND F numbernya mereka berbeda.

    • dulu sy jg pernah menghadapi kendala cari electrode yg suitable utk wps/pqr sy, lalu saya tanya ke senior, cukup simple jawabannya cari sj di electrode hand book (mis: kobe atau esab) yg sdh kasih index berdasrkan jenis material lalu kita tinggal pilih type apa yg sesuai dgn jenis material/posisi wps/pqr kita itu dan disana pun sdh disertakan F,P number yg recomended, lalu setelh itu sy konsult dgn 3rd party dan alhamdulillah mereka pun agree.smg membantu.

  3. Salut Mas Novembri atas Blognya semoga bisa membantu temen-temen milist MIGAS dan API IWS

    • Pak Farid
      Semoga yang bapak sampaikan benar adanya… saaya hanya mau melihat makin banyak engineer dan inspector Indonesia berlaga di bidang welding ini….

      salam

  4. Salam kenal buat semuanya.
    Lama saya mencari komunitas welding di Indonesia dulu pernah menemukan Persatuan Teknologi Pengelasan Indonesia tapi isi web nya gak berubah-ubah dan gak ada riset nya sama sekali jauh sekali dengan AWS.
    Saya usul (kalo boleh ya…) kita buat komunitas welding indonesia. Gimana????
    Saat ini saya sedang S3 di T. Mesin UGM topik desertasi saya juga tentang welding logam tak sejenis (untuk material gerbong KA) properties yg diuji korosi dan fatig korosi (pendukungnya: SEM, teg sisa, tarik, keras, komposisi kimia dll). Gitu aja, oh ya…S1 saya juga di UI T. Mesin lulus th 99.

  5. Pak Tiyon…
    Selamat datang di Hazwelding…Semoga S3nya cepet selesai dan bisa membantu Eng 2 Indonesia dalam meningkatkan ilmu ttg welding.

    Sebenarnya Komuntias welding di Indonesai sudah banyak seperti IWS, IWES, Milist Migas. Sekarang masalahnya intensitasnya aja yang perlu ditingkatkan.

    kalau Pak Tiyon punya masukan yang baik terhadap komunitas yang ada mungkin akan sangat membantu…kalau kita bikin komunitas yang baru kita juga harus punya komitmen sehingga ada updated informasi setiap saat…

    Bagaimana menurut Pak Tiyon….

  6. Sebenarnya intensitas bisa ditingkatkan asal ada kolaborasi antara peneliti dan praktisi dalam hal ini perguruan tinggi dan industri. Kebetulan saya di perguruan tinggi punya alat uji dan punya mahasiswa. Tapi seringnya yang di perguruan tinggi buta dengan persoalan di industri shg riset2 yang dihasilkan tidak banyak menyentuh persoalan di industri karena kalo mau masuk ke industri juga gak ditrima. Sy bisa masuk ke INKA pun rasanya dulu susah sekali. Misalnya komunitas itu aktif, mungkin persoalan industri bisa ditawarkan untuk dipecahkan dan pendanaannya bisa dicarikan lewat perguruan tinggi melalui hibah2 riset dari dikti dan dari ristek atau dari sumber lain baik di dalam/luar negeri. Dan biasanya proposal yang latar belakangnya industri secara riil kemungkinan lolosnya besar. Gitu P. Novembri….mungkin anda bisa jadi partner saya untuk riset2 seperti itu
    Maturnuwun

    • Sdr Tiyon…kelihatannya akan semakin manarik untuk dibahas…

      Kalau boleh anda bisa memberikan gambaran yang jelas dalam bentuk proposal atau gimana..as long as untuk meningkatkan ilmu dan pengetahuan …Insyaallah akan di support…

      Lewat Japri ya selanjutnya…

      thx

  7. Pak kalo butuh welder hubungi saya.. Pengalaman saya cukup.08566166749

  8. gimana caranya ngelas yang rapih……..?

  9. For Mr.Yusuf

    Thanx untuk bayangan nya. Semua yang anda blog diatas cukup jelas.
    Semoga bahan nya bermanfaat untuk semua Inspector Indonesia.

    SALAM WELDING

  10. tolong pencerahan nya, saya ingin ambil welding isnpector tapi saya tidak punya pengalaman tentang welding, selama ini saya bergelut di dunia manufacturing/ electronic..

  11. apa yang teman2 sampaikan dlm rubrik ini,semoga bs bermanfaat bagi semuanya,belajar welding inspector pun mnimal harus mengenal langsung bagaimana cara mengelas yang baik,bukan hanya teori tp praktek juga sangat mendukung,sy dr 1989-present msh bergelut di welding.

  12. Thanks info welding nya mas NY.
    To Mas Toto, mas saya pingin belajar ngelas yang baik dan benar bisa magang di tempat mas Toto gak ya🙂

  13. salam kenal
    mohon literatur tentang welding

    • Literatur welding sebbenarnya banyak di internet anda tinggal searching aja di google dalam bentuk doc, pdf, ppt….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: