Posted by: novembri yusuf | February 18, 2009

BEDA MATERIAL : AH 36, DH 36, EH 36

BEDA  MATERIAL  :  AH 36, DH 36, EH 36

 

ship1

 

 

 

 

 

 Pertanyaan simple tentang apa sih beda material  AH36, DH 36, EH 36 ?

Saya sangat surprised saat menanyakan hal ini kepada beberapa Eng, QC, yang sudah berpengalaman di shipyard karena ternyata banyak yang bingung dan nggak tahu menjawabnya.  Agak lucu juga sih..karena tugas hari hari mereka membuat gambar, mengecheck gambar construction dengan menuliskan jenis material AH 36, DH 36, dan EH 36. QC pun tahunya cuma material yang dipasang pada constructin tsb adalah jenis jenis 36 diatas. Apa bedanya juga mereka nggak tahu.

OK …mungkin tulisan ini bias menjawab pertanyaan di atas.

 

Material AH 36, DH 36, EH 36 adalah material standard dalam ship construction yang di buat oleh ABS berdasarkan requirement dan kebutuhan comsumption orang shipyard atau sejenisnya. AH36, DH 36, EH 36 adalah material Higher strength hull structural steel.

Untuk menjawab pertanyaan tentang beda  AH36, DH 36, EH 36 biar gampang di cerna saya akan coba terangkan sbb :

 

1.    Komposisi Kimia

kimia1

 

 

 

 

 

 

 Material AH36, DH 36, EH 36 sama sama mempunyai checmical komposisi kimia sebagai berikut :

C = 0.18% (max), Mn = 0.19% ~ 1.60%,  Si= 0.1%~0.5%, P=0.035(max), S=0.035% (max), Al=0.015%, Nb=0.02%~0.05%, V=0.05%~0.1%, Ti=0.02%, Cu=0.35%, Cr=0.2%, Ni=0.4%, Mo=0.08%. ( max )

Dari di atas sepertinya masih membingungkan dengan beda material tsb karena chemical komposisinya masih bisa sama dengan range yang lebar.

 

2.    Mechanical Properties

Material AH 36, DH 36, EH 36 memiliki mechanical properties sebagai berikut :

AH 36, DH 36, EH 36 sama sama memiliki mechanical properties dengan Yield Strength = 355 MPa atau 36 Kgf/mm^2 atau 51 Ksi. Dari sini kita masih belum dapat apa beda ke 3 material tsb karena masih punya mechanical properties yang sama.

 

Rahasianya….

Coba perhatikan Impact test dibawah ini :

Ke 3 material (AH 36, DH 36, EH 36) sama sama memiliki impact test min 34 Joule  ( Longitudinal ) dan 24 Joule ( transverse ). Namun bedanya adalah untuk AH 36 ditest pada temp 0°C, DH 36 ditest pada temp = -20°C, dan EH 36 ditest pada temp -40°C.

 

impact

 

 

 

 

 

 

 Pertanyaan pentingnya disini adalah apa yang harus dilakukan untuk bisa melakukan impact test pada temp yang berbeda di atas… karena semua informasi nya hamper sama….

 

Home work ..

Bagi pembaca yang punya analisa silahkan menjawab pertanyaan di atas…

 

Salam

Novembri

Semoga tambah pintar…

mau cerita welding lainnya silahkan click :

www.hazwelding.wordpress.com 


Responses

  1. Pak,

    Jadinya kesimpulannya dimainkan heat treadnya atau gimana ?
    saya tunggu di milis migas, kok kesimpulannya nggak keluar2.

    Rgds
    Sutrisno

    • Sudah ada summarynya….lupa kali baca semua…

      salam

  2. Sumber buku : Mechanical Metallurgy by Dieter

    Mat’l tsb punya toughness yang sama pada temp 0,-20 dan -40 degC. Pada kurva transisi-temperatur mat’l (bentuk kurva spt tanda integral pada ilmu kalkulus) , bisa jadi 3 testing temp ini pada bagian atas.
    Spy impact test menghasilkan result yg significant, temp testing harus diturunkan lagi (mgkn sampai -100 degC).
    Kata Dieter : mat’l dgn kurva transisi-temp yg rendah lebih disukai, karena lebih toughnes thd low temp.

    Begitu Pak Novem? CMIIW.

    Alumni Batamtraining

  3. Just dropping by.Btw, you website have great content!

    ______________________________
    You Are About To Discover The Ultra Rare Secrets To Stopping A Breakup, Divorce Or Getting Your Ex Back….Even If The Situation Seems Completely IMPOSSIBLE

  4. thanks alot pak Novembri atas artikelnya ,Apa kabar? Saya Di BLK Batu Aji Dulu pak.

    Salam

  5. “Pertanyaan pentingnya disini adalah apa yang harus dilakukan untuk bisa melakukan impact test pada temp yang berbeda di atas… karena semua informasi nya hamper sama….”

    Sorri Pak, saya kurang mengerti maksud pertanyaan di atas…

    tapi yang pasti EH 36 bakalan memiliki toughness yang paling baik diantara ke 3 mat’l tsb…

    klo masih kurang yakin tambah dengan CTOD deeh..

    tul gak pak Nov..

    salam,
    dari jl. bawal no.1

  6. inimah mudah aja boss,walau pertanyaannya agak kurang mengena yaitu
    ““Pertanyaan pentingnya disini adalah apa yang harus dilakukan untuk bisa melakukan impact test pada temp yang berbeda di atas… karena semua informasi nya hamper sama….”
    nah kalau cuma perlu untuk jawaban diatas yang harus dilakukan “UNTUK BISA MELAKUKAN IMPACT TEST PADA TEMPERATUR YANG BERBEDA”yah itu material di prepare buat impact and selanjutnya ditest pada temperatur yang berbeda.

    Tapi kalau kita bertemu ama material yang katanya (biasanya kata maincont atau vendor nech)EH 36…maka untuk menghilangkan keraguan di impact test ajah pada suhu – 40 C,kalau hasilnya masuk dalam range…maka betul itu material EH 36.
    Kalau dibawah range…it’s someone try to ….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: